“Kak Violin…
kenapa semua ini terjadi sama kakak… Apa laki-laki itu tidak sadar,,kakak sudah
cukup menderita dengan semuanya..kakak mengapa mendapatkan perlakuan tidak adil
seperti ini kak????”
Tapi tak ku
dengar satu katapun terucap dari bibir kakak ku.. dia hanya diam..dan
diam..dengan airmatanya.. Aku pun hanya bisa memeluknya dan mengusap airmatanya…
“Kak
Violin..aku sayang kakak… kakak cepat sembuh ya kak…”
Kak Violin..
orang yang ku kenal begitu ceria..sekarang terbaring sedih karena harus
menderita infeksi vaginitis.. Aku tahu penyakit ini masih bisa disembuhkan,,dengan
berbagai macam terapi..tetapi apa semua terpi..semua obat yang dikonsumsinya bisa
menyembuhkan luka hatinya karena pria itu.. Yaaa..pria itu..aku sangat begitu
benci padanya… bagaimana tidak???dia sudah memperalat kakakku dengan semua
rayuan palsunya..airmata palsunya yang mudah menyentuh hati kakakku.. Pria itu
tahu titik kelemahan kakakku.. Dia menjerat kakakku sampai kakakku pun sukar
untuk lepas dari jeratan yang dia buat.. Bagiku..dia hanyalah seorang pria
jahat yang pura-pura baik di hadapan kakakku..
“Kak Violin..
kakak makan dulu ya kak..minum obat.biar cepat sembuh..”ujarku
Sambil
kusuapi kakakku makan…ku beranikan bertanya padanya…
“Kak..apa
kakak sudah memberitahu pria itu tentang penyakit yang kakak derita ini???”
Dia hanya menjawab dengan gelengan kepala..
Dia hanya menjawab dengan gelengan kepala..
“Kak.. kenapa
kak??pria itu harus tahu kak.. biar dia tahu sudah betapa jahatnya dia sama
kakak.. kakak jangan terus-terusan mengalah demi kebahagiaan dia. Dia harus
tahu kak..sebenarnya yang terjadinya sama kakak.. “
“Jangan dek..
biar saja dia seperti itu..biar saja dia bahagia dengan anak istrinya..”
“Nggak kak..kakak nggak boleh terus mengalah seperti ini.. kakak ingat..kakak ini sudah diperlakukan seperti wanita murahan…”
“Nggak kak..kakak nggak boleh terus mengalah seperti ini.. kakak ingat..kakak ini sudah diperlakukan seperti wanita murahan…”
“Kak..maafkan
aku kak..aku nggak bermaksud menyakiti hati kakak.. tapi kak..aku mau
menyadarkan kakak..dia itu jahat kak..dia itu jahat.. Kakak ingat..kakak suh
diperlakukan kasar sama dia.. kakak ditampar..kakak dicekik.. kakak dilecehkan
scr seksual…sampai akhirnya kakak harus menderita penyakit ini.. kakak pernah
juga khan hampir di…
“Cukup…cukup
dek..”
“Apa
kak???apa yang cukup???Kakak nggak bisa
nolak kenyataan kalo sebenarnya dia itu PENJAHAT. Mungkin bagi saudaranya..bagi
istrinya..dia orang baik.. tapi TIDAK bagiku kak.. Dia tetap PENJAHAT yang
sudah mempermainkan kakak..dengan nafsunya…dengan semua airmata palsunya..
Kakak sadar itu khan???Kakak sadar????”
Lagi lagi..tidak ada jawaban dari kakakku…hanya airmata dan isak tangisnya yang terdengar.. Tak tahan,,ku tinggalkan kakakku sendirian… Dalam hati,,ku berkata “Maaf kak,,maaf,,aku hanya tak ingin kakak lebih menderita lagi karena pria itu kak..sudah cukup kak.sudah cukup pengorbanan kakak.. dia nggak berhak kak dapatkan semua cinta tulus dan pengorbanan kakak…dia nggak pantas kak.. jangan lagi kakak mau percaya dengan semua ucap rindunya…ucap cinta sok tulusnya.. jangan kak.. jangan..”
Lagi lagi..tidak ada jawaban dari kakakku…hanya airmata dan isak tangisnya yang terdengar.. Tak tahan,,ku tinggalkan kakakku sendirian… Dalam hati,,ku berkata “Maaf kak,,maaf,,aku hanya tak ingin kakak lebih menderita lagi karena pria itu kak..sudah cukup kak.sudah cukup pengorbanan kakak.. dia nggak berhak kak dapatkan semua cinta tulus dan pengorbanan kakak…dia nggak pantas kak.. jangan lagi kakak mau percaya dengan semua ucap rindunya…ucap cinta sok tulusnya.. jangan kak.. jangan..”
Terhanyut dalam
kesedihan..hingga tak kusadari kakakku telah berada di belakangku,,memelukku..dan
berkata..
“Dek..makasih
ya..kakak sadar,,adek mungkin benar..dia hanyalah seorang penjahat yang
berpura-pura baik sama kakak.. Tapi semua ini sepenuhnya bukan salah dia
dek..kakak juga salah…sudah terlalu mencintainya..sehingga kakak begitu sangat
ingin dia bahagia..bagimanapun caranya..termasuk menjadi simpanan dia..walau
kakak tahu..dia sudah punya istri… Dan ternyata kakak sadar sekarang,,dia tidak
pernah menghargai pengorbanan kakak.. ketika kakak diperlakukan secara kasar,,kakak
hanya diam dan percaya bahwa dia melkukan itu karena dia memang sangat
cemburu..kakak begitu percaya bahwa dia sangat mencintai kakak.. Tapi kakak
salah,,dia tidak pernah menikahi kakak.. Hffftttt…semua kejadian demi kejadian
itu menyadarkan kakak.. Kakak salah menilai dan mencintai dia..”
“Kakak….” Ku peluk
erat kakakku…
“Kak.. kakak
masih berhak mendapatkan keadilan… Kalo kakak mau..kakak bisa laporkan semua
kelakuan kasar pria itu ke pihak berwajib.. Biar pria itu kena batunya… Biar
dia tahu..dan keluarganya tahu..dia itu manusia jahat.. Kebenaran akan menang
kak,, Kakak berhak dapatkan keadilan dari semuanya itu.. Kita berada di lingkungan
Negara hukum kak..jadi kakak jangan takut laporan kakak akan diabaikan..Kakak
mau???”
“Nggak dek…biar
saja semuanya berjalan seperti ini.. Tuhan nggak mengajarkan kita untuk
membenci dek.. Kakak nggak munafik..kakak marah..kakak kecewa..kakak benci sama
dia saat kakak didiagnosa penyakit ini… Tapi kakak mau mengalami pemulihan
dek.. Kakak mau belajar mengampuni dia.. Tiada yang lebih indah ketika kita
belajar untuk mengasihi orang yang sudah jahatin kita.. Karena bagaimanapun juga100%
bukan kesalahan dia…ada keterlibatan kakak disitu.. Jadi kakak nggak berhak
menghakimi dia.. Semua ini mengajarkan kakak..untuk tidak main-main lagi dengan
komitmen kakak sama Tuhan.. Dan kakak mau serahkan semua ini padaNYA.. Tuhan
itu Hakim yang adil dek.. Jadi kakak percaya..keadilan itu pasti kakak
dapatkan.. pada waktuNYA yang tepat..dengan caraNYA yang tepat juga..”
“Amin kak..”
dalam hatiku berdoa : “Tuhan..bri kekuatan pada kakakku..aku tahu..dia sangat
sakit..bukan tubuhnya saja.. tetapi batinnya.. Trimakasih Tuhan..jika sekarang
kakak sudah sadar..dan berkomitmen untuk belajar mengampuni.. Biarlah setiap
harinya..ia mengalami pemulihan bersamaMU Bapa.. sampai pada suatu saat nanti..
Ada keindahan bagi hidupnya.. dan keindahan itu bernama “miracle”.. Amin.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar