Selasa, 25 Oktober 2011

Nasehat dari Seberkas Cahaya

Ku terjaga..ku terlelap bersama sejuta kelelahanku dan tanpa ku sadari pun badan ku perlahan lemas dan aku pun "pingsan" . Di dalam kelelapan dan kegelapan pandangan mataku,terlihat seberkas cahaya perlahan mendekatiku..semakin dekat..dan semakin dekat..   


"Bapak....." ucapku lirih...    

Seberkas cahaya itu menjawab dengan senyum..dan berkata ....  
"Iya anakku...ini Bapak.. Kemarilah..mendekatlah.. Bapak rindu memelukmu anakku.. Bapak rindu mendengar degub jantung mutiara bapak.. "    

Sekejab ku langsung berlari memeluk beliau.. dalam hati ku berteriak.. 
"Oh Tuhan..aku sangat merindukan beliau..merindukan senyumnya..merindukan hangat peluknya..merindukan belaian lembut penuh kasih sayang beliau.."     

"Anakku.. Bapak tahu kesedihanmu.. Bapak memahami apa yang terjadi di dalam hidupmu anakku.. Airmatamu yang jatuh sudah menceritakan segala hal yang terjadi.."   

"Anakku..jangan pernah sekalipun kau berkata tidak ada yang peduli dan sayang padamu. Lihatlah di sekelilingmu,,begitu banyak sahabat,teman yang sayang padamu,,ada Mama dan Adik yang peduli denganmu.. Percayalah kepadamu mereka anakku,yakinlah mereka tak akan melukaimu..tak akan menyakitimu..tak akan menjerumuskanmu ke dalam jurang.. Bisakah Bapak minta engkau percaya kata-kata bapak ini sayang???" 

"Satu hal lagi anakku.. Ada seseorang yang sangat istimewa yang tak pernah lupa denganmu..tak pernah mengkhianatimu..bahkan yang telah mengenalmu, mengetahui jalan hidupmu bahkan sebelum engkau dilahirkan.. DIA adalah TUHAN. Tuhan tak pernah merancangkan sesuatu yang jahat kepada umatNya.. jadi yakinlah akan rancangan DIA yang indah. Bukalah hatimu anakku..tuk setia padaNya.. Persembahkanlah hidupmu tuk melayaniNya dengan ketulusan dan kesetiaan . "   

"Bagaimana anakku??? Sudah yakinkah engkau tuk melangkah maju..berusaha menggapai masa depan indah yang t'lah dirancangkan olehNya??? "

Perlahan aku pun melepaskan pelukanku..menatap mata beliau dan menjawab . . . 
" Yakin Pak.. "   

Sambil tersenyum beliaupun perlahan mundur ke belakang..setapak demi setapak meninggalkanku yang masih ingin bersamanya.. Aku pun berteriak . .. 
" Jangan pergi Pak.. Tetaplah disini Pak.. "    
Beliau berhenti.. Masih dengan senyum beliau menjawab ...
" Hanya jasmani bapak yang pergi anakku..tidak dengan kasih sayang bapak..pelukan bapak.. semua itu masih ada di dekatmu.. di hatimu anakku "   

Kemudian beliau pun pergi..jauh..jauh sekali.. Cahaya itu telah pergi.. pergi jauh disana.. tapi cahaya itu tak akan pernah redup di dalam hatiku.. Akan selalu ada.. Hingga kegelapan menghampiriku pun.. sinar cahaya itu yang akan menerangiku.. I miss you my lovely father.. I so so love you my beloved father. .    

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar